WARTATERA.COM

BAKTI Kominfo Membangun Akses Internet

Wartatera.com, Jakarta – Ketua Dewan Pakar ISKI, Yuliandre Darwis menyampaikan, cakupan sinyal internet di Indonesia sudah banyak wilayah yang memiliki akses jaringan 4G, meski ada juga beberapa yang masih 3G. Menurutnya, hal ini adalah penetrasi bagaimana akses jaringan itu bisa masuk.

Yuliandre menyebut, BAKTI Kominfo sudah menunjukkan pembangunan BTS kurang lebih 1.606 BTS, kemudian akses internet 2.422 titik. Belum lagi palaphering yang fiber optiknya melalui laut yang panjangnya kurang lebih 12.148 kilometer.

Pembangunan BTS yang sudah dilakukan tersebut, kata dia, adalah untuk menyelaraskan jaringan 4G di wilayah Indonesia. Belum lagi satelit multifungsi yang sudah dibangun oleh BAKTI Kominfo yang didampingi oleh Komisi I DPR RI telah menembus kurang lebih 3.864 lokasi.

“Tapi hal ini akan menjadi sia-sia jika ekosistem yang sudah dibangun ini berantakan,” ucap Yuliandre ketika menjadi pembicara dalam Seminar Merajut Nusantara secara daring yang diselenggarakan oleh BAKTI Kominfo berkerja sama dengan Komisi I DPR RI, Senin, 21 Maret 2021.

Yuliandre mencontohkan, banyaknya penyebaran berita hoaks dan situs yang beredar tidak benar saat ini. Menurutnya, dengan adanya itu percuma infrastruktur dibangun secara baik.

“PR kita saat ini bagaimana infrastruktur yang sudah ada untuk dimaksimalkan atau dikapitalisasi dengan konsep bisnis yang baik dan beredukasi,” ujarnya.

Yuliandre mengungkapkan, saat ini suah terdapat 29 juta warga Indonesia yang mengalami PHK akibat pandemi Covid-19. Situasi tersebut yang harus membuat semua berpikir untuk memberikan edukasi teknologi dan bisnis.

Menurut dia, memanfaatkan digital di masa pandemi para pelaku pembisnis mau tidak mau harus menyesuaikan dengan perilaku konsumen, yaitu dengaan cara memanfaatkan teknologi online untuk mengembangkan usahanya.

Yuliandre melanjutkan, jumlah pendaftar bisnis online meningkat 38,3 persen di masa pandemi. Hal ini membuktikan bahwa banyak masyarakat yang memanfaatkan potensi TIK untuk memajukan bisnisnya.

Indonesia, menurut dia, juga menjadi negara dengan startup terbanyak di dunia dengan 2995 startup, perkembangan tersebut membantu masyarakat dalam hal perekonomian di Indonesia. Adapun empat startup unicorn di Indonesia, yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

“Pada bidang pendidikan di Indonesia baru mencapai 20 persen. Masa pandemi memaksa kita untuk melakukan pembelajaran tatap muka melalui digital dengan jumlah presentase 60 persen guru yang sudah beralih dalam dunia digital,” terangnya.

Kemudian narasumber berikutnya dalam seminar itu yakni Sondang T. Tampubolon SH selaku Pengamat Bisnis Internasional, mengatakan, jangan sampai pembangunan infrasruktur menjadi pembangunan tidak berarti. Artinya, kata dia, ketika pemerintah akan membangun BTS maka masyarakat juga harus bersiap-siap, sehingga bisa menggunakannya dengan baik dan maksimal.

Sondang mengatakan, dengan majunya teknologi juga harus waspada dengan berita hoaks dan penawaran dari toko-toko online yang belum kredibel. Salah satu caranya yaitu harus pastikan rating toko tersebut dan komentar-komentarnya yang dijual agar barang yang kita inginkan sesuai.

“Cara memanfaatkan sosial media untuk lahan berbisnis, yang pertama kita harus punya website, kedua harus memiliki akun sosial media, ketiga jangan lupa harus mengupload produk dengan kualitas bagus untuk promosi, baik berbentuk foto atau video,” tambah Sondang.

Ia membagikan ide bisnis seperti menginovasi singkong menjadi kripik dengan rasa yang varians. Lalu di masa pandemi tumbuhan herbal menjadi salah satu jawaban untuk menaikan imun seseorang. Maka, bahan tersebut bisa diolah menjadi obat menaikan imun dalam tubuh.

“Kemudian ide bisnis yang lain, yaitu mengajar secara online, selain itu bisa menjadi online reseller, layanan cleaning service, layanan jasa tukang potong rumput,” jelas dia.

Sementara narasumber lainnya yakni anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan, mengimbau untuk memanfaatkan TIK ini secara bijaksana. Menurutnya, TIK bisa membawa siapapun menjadi lebih maju bila menggunakan secara bijak.

Terkait dengan pembangunan BTS, Krisantus menegaskan yang terpenting bukan letak towernya, tapi jaringannya sehingga memiliki sinyal yang cukup untuk memudahkan menerima informasi karena penting untuk segala kepentingan kehidupan.

Untuk itu, kata dia, pembangunan 721 titik BTS di Kalimantan Barat ini diharapkan berjalan lancar dan dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi masyarakat setempat.

“Karena dengan perkembangan informasi yang ada, kita jadi mudah untuk dapat bekomunikasi dan juga lebih cepat, kemudian memudahkan akses internet, kemudian mempersingkat waktu dan memangkas biaya,” jelasnya.

TOLAK OPSI PENYELAMATAN JIWASRAYA MENGGUNAKAN DANA APBN

Ayomi

SPIRIT SEJATI

Ayomi

SEPENUH HATI

Ayomi

SAATNYA BUANG DOLAR

Ayomi

SAAT KEDAULATAN NKRI DIINJAK-INJAK TKA CHINA

Ayomi

PERINGKAT UTANG INDONESIA NAIK JADI BBB+

Ayomi

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda setuju dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika Anda mau. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy