WARTATERA.COM

BI CATAT CAPITAL OUTFLOW KARENA DAMPAK CORONA MENCAPAI RP40 TRILIUN

JAKARTA–Anggaran.news: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar Indonesia mencapai Rp40,16 triliun yang dipicu oleh kekhawatiran penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian. Investor global khawatir dampai dari penyebaran Covid-19 tak hanya menyebar di Asia saja tetapi juga ke Amerika bahkan sampai Eropa.

“Begitu pada 25 Januari ada corona virus, langsung terjadi outflow,” demikian papar Perry dalam acara Executive Lecture Early Year Forum di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Sebenarnya, menurut pendapat Gunernur BI, para investor global baru menjual dulu portfolionya di Indonesia dan belum sungguh-sungguh keluar dari Indonesia, tapi ada juga yang sudah keluar dari Indonesia. Mereka menunggu kejelasan kondisi pasar keuangan.

Namu Perry mengakui saat ini investor global memiliki kecenderungan melepas investasi portofolio. Kejadian ini tak terjadi di Indonesia saja termasuk juga di Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

“Situasi ini global investor sulit untuk mengukur resiko corona terhadap kondisi ekonomi dan langkah-langkah apa yang ditempuh oleh pemerintah masing-masing,” jelasnya.Perry memerinci total aliran modal asing keluar pada bulan ini terdiri dari outflow sebesar Rp4,87 triliun dari pasar saham dan sisanya Surat Berharga Negara (SBN).

Akibat derasnya aliran modal asing yang keluar dari pasar Indonesia, Perry mengungkapkan, hal inilah yang menyebabkan nilai tukar rupiah dan harga saham bergerak turun belakangan ini.

Karena itu BI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus memantau pergerakan pasar. Sambil melihat-lihat peluang mengeksekusi Billateral Swap Arrangement (BSA) dengan bank-bank sentral negara sahabat. Seperti diketahui Indonesia telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan bank sentral Singapura, Thailand, Filipina, Malaysia, Jepang dan China untuk mengantisipasi gejolak nilai tukar karena krisis. (dj)

 

Yayasan Danamon Peduli Salurkan Donasi Kepada Palang Merah Indonesia (PMI)

Ilman

PEMERINTAH LONGGARKAN PEMBAYARAN ANGSURAN DAN BUNGA KREDIT 1 TAHUN

Ayomi

ERIK THOHIR MINTA BANK PELAT MERAH PIMPIN PENURUNAN BUNGA

Ayomi

EMPAT BANK BUMN AKAN PELOPORI PENURUNAN BUNGA KREDIT

Ayomi

CADANGAN DEVISA BI TURUN US$1,3 MILIAR AKIBAT GETOL INTERVENSI

Ayomi

BANK-BANK BESAR AUSSY BERIKAN BANTUAN DARURAT CORONA

Ayomi

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda setuju dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika Anda mau. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy