WARTATERA.COM

ERIK THOHIR MINTA BANK PELAT MERAH PIMPIN PENURUNAN BUNGA

JAKARTA—Wartatera: Dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19) banyak sektor usaha, terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang melambat, termasuk industri kecil yang terpukul karena sepinya pembeli.

Praktis, kegiatan ekonomi dimasa semi lockdown (isolasi wilayah) ini menjadi susah. Pasar sepi, mall sepi, bahkan banyak yang tutup, sehingga perputaran ekonomi nyaris terhenti. Satu-satunya yang masih berputar adalah ekonomi UKM.

Namun UKM pun mengalami tantangan berat, yakni naiknya sejumlah bahan baku, sehingga praktis kapasitasnya menurun. Menurunnya kapasitas ini berdampak pada kemampuan dan daya beli serta daya bayar sektor UKM terhadap kredit bank.

Agar UKM tetap memiliki akses ke sektor perbankan, maka suku bunga pinjaman pun harus diturunkan. Namun hal itu tak semudah membalik telapak tangan, karena bank-bank juga menghadapi kredit macet dan lambatnya pertumbuhan kredit. Hanya bank-bank pelat merahlah yang bisa dikomandoi untuk bisa menurunkan bunga, sehingga bank-bank swasta akan ikut menurunkannya juga.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diketahui telah menginstruksikan bank-bank pelat merah untuk menurunkan bunga agar perekonomian bisa bergulir di tengah dampak virus corona.

Bahkan, pihaknya juga telah menyusun skema untuk meringankan beban pengusaha yang industrinya terdampak corona.

“Tapi yang sudah pasti, perusahaan BUMN diminta, nomor satu, bank-bank BUMN ini pasti turunkan suku bunga UKM. Kita sudah tulis surat kepada Presiden, dan tembuskan Bu Sri Mulyani sudah ada skim-skimnya,” kata Erick dalam teleconference, di Jakarta kemarin.

“Bahkan kita juga sudah buatkan skim perusahaan-perusahaan yang jelas industrinya terkena hari ini, ada hotel restoran dan lain-lain. Itu sudah ada. Nanti tunggu keputusan,” ujarnya.

Terkait permintaan pengusaha tekstil untuk diskon tarif listrik, Erick meminta agar menunggu kebijakan pemerintah.

“Kalau masalah listrik, Telkom segala itu nanti kita tunggu kebijakan. Yang pasti dalam kondisi seperti kita mengerti kesulitan para pengusaha,” ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan saat ini bank sentral sudah menurunkan bunga acuan, termasuk terus berupaya untuk melakukan stabilisasi di pasar valuta asing (valas) khususnya stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurut Perry, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah, BI menyediakan aspek yang berkaitan mulai dari penyediaan pembiayaan perbankan. Perry menyebut BI telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate menjadi 4,5%.

“Oleh karena itu, kami juga meminta kepada perbankan untuk segera menurunkan bunga kredit,” kata Perry.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri BUMN yang telah menginstruksikan bank BUMN untuk menurunkan suku bunga dasar kredit dan menyalurkan kredit.

Perry menyebutkan BI saat ini juga melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi baik di pasar spot, domestic non deliverable forward (DNDF), maupun pembelian dari pasar sekunder.

“Nanti kami akan update sejumlah angka indikator yang ingin kami lakukan,” kata dia.

Tampaknya upaya keras bank sentral dan pemerintah untuk menciptakan kondisi moneter dan fiskal lebih longgar terus dilakukan. Apakah ini akan efektif untuk mengatasi tekanan dampak virus corona? (dj)

Yayasan Danamon Peduli Salurkan Donasi Kepada Palang Merah Indonesia (PMI)

Ilman

PEMERINTAH LONGGARKAN PEMBAYARAN ANGSURAN DAN BUNGA KREDIT 1 TAHUN

Ayomi

EMPAT BANK BUMN AKAN PELOPORI PENURUNAN BUNGA KREDIT

Ayomi

CADANGAN DEVISA BI TURUN US$1,3 MILIAR AKIBAT GETOL INTERVENSI

Ayomi

BI CATAT CAPITAL OUTFLOW KARENA DAMPAK CORONA MENCAPAI RP40 TRILIUN

Ayomi

BANK-BANK BESAR AUSSY BERIKAN BANTUAN DARURAT CORONA

Ayomi

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda setuju dengan ini, tetapi Anda dapat memilih keluar jika Anda mau. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy